APJII IPv6 Tunnel Broker

November 21, 2008

Alhamdulillah… akhirnya Indonesia punya tunnel broker IPv6 nih 🙂

Network connection scheme : TSP Client (PC)Hexago Gateway6 (6to4to6 tunnel)IPv6 Internet (with authentication methode). Installation steps are :

a. Install Microsoft .Net Framework 2.0
Download at Microsoft

b. Install Go6 TSP Client
Download at Go6 Site

Just configure TSPClient as below :

– Gateway6 Address : 203.119.13.8
– Username & Password (Bagi yang mau coba silakan pakai : isp8 / abc123)

Issued  C:/>ipconfig /all :

Ethernet adapter Local Area Connection 4:

Connection-specific DNS Suffix  . :
Description . . . . . . . . . . . : Hexago Virtual Multi-Tunnel Adapter
Physical Address. . . . . . . . . : 02-50-F2-00-00-01
Dhcp Enabled. . . . . . . . . . . : Yes
Autoconfiguration Enabled . . . . : Yes
Autoconfiguration IP Address. . . : 169.254.195.209
Subnet Mask . . . . . . . . . . . : 255.255.0.0
IP Address. . . . . . . . . . . . : 2001:dc6:ff99:ffff::5
IP Address. . . . . . . . . . . . : fe80::50:f2ff:fe00:1%7
Default Gateway . . . . . . . . . : ::
DNS Servers . . . . . . . . . . . : fec0:0:0:ffff::1%1
fec0:0:0:ffff::2%1
fec0:0:0:ffff::3%1

a. rahman isnaini rangkayo sutan

Advertisements

http://indotube6.indo.net.id

April 24, 2008

IPv6 Tube IndoInternet, please try to access :

http://indotube6.indo.net.id

wassalam
a. rahman isnaini r.sutan
2404:170:253::10

Referensi Implementasi IPv6

January 1, 2008

Buat Referensi bagi yang doyan utak atik :

http://www.deepspace6.net/docs/ipv6_status_page_apps.html

Wassalam

a. rahman isnaini r.sutan


IIXv6 – F-Root IPv6 #UP#

January 1, 2008

From: Sekretariat APJII (Andy K)
Date: Dec 21, 2007 11:00 AM
Subject: [] IIXv6 – F-Root IPv6 #UP#

Yth.
Anggota APJII
Pengawas & Pengurus APJII,

Hari ini konfigurasi disisi IIXv6 untuk menerima prefix IPv6 dari F-root
sudah dilakukan.

iix-jkt2#sh bgp ipv6 uni sum | inc 24048
2001:7FA:2::4 4 24048 31 34 4 0 0 00:27:09 0
2001:7FA:2::5 4 24048 30 33 4 0 0 00:26:46 0

Terima kasih atas bantuan dari rekan-rekan CBN.Net (Sabirin dkk) sehingga
proses pengaktifan peer IPv6 ke F-root dapat berjalan dengan lancar.

Terima kasih juga kepada PT. TELKOMSEL yang atas bantuan routernya, IIX
support peering BGP IPv6.

Wassalam,
Sekretariat APJII
~andy


APJII Imbau Provider Internet Siap-siap Bermigrasi

December 7, 2007

APJII Imbau Provider Internet Siap-siap Bermigrasi
Jum’at, 07 Desember 2007 | 05:31 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Asosiasi Perusahaan Jasa Internet Internet (APJII) meminta para perusahaan penyedia jasa internet menyiapkan diri bermigrasi ke alamat internet protokol versi Ipv4 karena alamat internet protokol versi IPv4 sudah hampir penuh. “Dalam dua tahun mendatang alamat internet dengan IPv4 sudah habis,” Ketua APJII Sylvia Sylvia Sumarlin di Jakarta, Kamis (6/12).

Dia mengatakan, para perusahaa penyedia jasa internet harus mulai bermigrasi meski investasinya mahal. Sebelum berinvestasi, lebih baik para perusahaan tersebut mulai memakai alat yang secara sistem siap (dual system ready) bermigasi ke IPv6. “Tidak ada jalan lain,” ujar Sylvia di Jakarta, Kamis (6/12).

Pemerintah kini sedang menyiapkan alamat IPv6. Beberapa langkah kebijakan sedang digodok bersama komunitas penyelenggara jasa internet.

Dia mengakui untuk bermigrasi dari IPv4 ke Ipv6, infrastruktur dan nilai investasinya cukup mahal. Saat awal mulai adanya internet di Indonesia tahun 1995-1996, nilai investasi hanya sebesar US$ 300 ribu ( sekitar Rp 750 juta). Namun, sekarang nilai investasinya melonjak drastis.

Selain kendala investasi yang mahal, menurut dia, ada beberapa kendala lain yang menghambat, yakni jaringan backbone Ipv internasional dan jaringan lokal yang belum tersedia.

Lebih lanjut, dia mengatakan, partisipasi swasta terutama untuk pengusaha penyedia jasa internet sangat dibutukan. “Bisa dimulai dengan membuat situs dengan IPv6,” ujar Sylvia.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga diperlukan. Apalagi saat ini edukasi dan sosialisasi IPv4 ini juga belum selesai.

Saat ini tercatat sudah ada 144 perusahaan pemegang izin penyelenggaraan internet servive provider (ISP) dan 27 perusahaan pemegang izin prinsip ISP di seluruh Indonesia. Adapun jumlah pengguna internet di Tanah Air terus bertambah. Pada 2002 baru mencapai 5 jutaan, kini pada 2007 sudah mencapai angka 20 juta pengguna. Namun, jumlah tersebut bila dihitung dari seluruh jumlah penduduk, baru terhitung 9 persen dari total jumlah penduduk Indonesia

DIAN YULIASTUTI


Krisis Keterbatasan Ketersediaan Alokasi IPv4 Dikhawatirkan Menjadi Penghambat Laju Pertumbuhan Internet dan Berkontribusi Menurunkan Daya Saing Indonesia

December 7, 2007

Siaran Pers No. 204/DJPT.1/KOMINFO/12/2007

Krisis Keterbatasan Ketersediaan Alokasi IPv4 Dikhawatirkan Menjadi Penghambat Laju Pertumbuhan Internet dan Berkontribusi Menurunkan Daya Saing Indonesia

Ditjen Postel dengan berbagai pihak yang berkepentingan (APJII, penyelenggara telekomunikasi, Mastel, perguruan tinggi dan lain-lain) pada tanggal 4 Desember 2007 pagi hingga siang telah mengadakan workshop di suatu hotel tentang sosialisasi tentang krisis alokasi IPv6. Sebagai informasi, IP Address ini merupakan salah satu sumber daya Internet yang terbatas jumlahnya dan menjadi satu-satunya sistem pengalamatan jaringan Internet. Sistem pengalamatan ini memungkinkan komunikasi antar jaringan di dalam internet. Sejak 1983, sistem pengalamatan yang digunakan adalah IPv4 dengan jumlah sekitar 4 milyar. IANA sebagai lembaga pengelola alamat IP, menyatakan ketersediaan alamat IP telah semakin terbatas, tinggal 700 juta alamat IP (46 kali /8). Jumlah ini sangat kritis untuk dialokasikan mengingat pertumbuhan Internet saat ini di seluruh dunia sangat cepat. Perkembangan teknologi telekomunikasi di masa depan seluruhnya akan berbasis IP sehingga membutuhkan jumlah alamat yang sangat besar. Jauh lebih banyak, bekali lipat dari ketersediaan IPv4 saat ini. Sebagai referensi, analis senior APNIC Mr. Geoff Houston melakukan proyeksi matematis model konsumsi IP. Proyeksi tersebut menunjukkan alokasi IPv4 di tingkat IANA akan habis pada tahun 2010 dan akan disusul penyerapan pada tingkat regional pada tahun 2011. Sedangkan pada tingkat pengguna (lokal) akan habis maksimal pada tahun 2012. Model konsumsi IP hasil proyeksi Mr. Geoff Housten menunjukkan adanya percepatan penggunaan IPv4 yang sebelumnya pada tahun 2006 diperkirakan baru akan habis pada tahun 2014. Melihat trend pemanfaatan IP saat ini dan tingginya tingkat pertumbuhan layanan broadband, IPv4 mungkin akan habis lebih cepat lagi.

Proyeksi kebutuhan alamat IPv4 di Indonesia sampai tahun 2012 akan mencapai tingkat pertumbuhan sejalan dengan jumlah pengguna Internet yaitu mencapai 80 juta. Namun pada kenyataannya penyerapan dan pemanfaatan alokasi alamat IP masih sangat terbatas. Pada awal tahun 2008 dengan tingkat pengguna Internet akan mencapai hampir 30 juta orang, distribusi IPv4 baru mencapai jumlah 500 ribuan (setara /13). Kondisi ini sangat tidak seimbang dan tidak dapat memenuhi kebutuhan perkembangan dan pertumbuhan infrastruktur, pengguna dan aplikasi Internet Indonesia.

Infrastruktur jaringan Internet terus bertambah, semakin merata dan terjangkau harganya. Pada tahun 2010 jaringan Fiber Optik proyek Palapa Ring akan mulai beroperasi. Jaringan ini pada 2012 akan menghubungkan 50% dari 465 kota di Indonesia dengan total kapasitas mencapai 600 Gbps. Jaringan ini akan menyumbang sedikitnya 10 juta pengguna Internet baru. Sedangkan jaringan Internet pendidikan yang telah mulai dibangun sejak tahun 2006, diperkirakan pada 2012 akan menghubungkan 30 juta siswa ke Internet. Akses Internet mobile (selular dan BWA) akan menghubungkan 10 juta pengakses. Aplikasi Internet serta berbagai layanan konten juga akan meningkat pesat. Selain aplikasi bisnis, yang akan banyak membutuhkan alamat IP adalah penyelenggara konten pendidikan dan pemerintahan serta layanan mobile. Pemanfaatan sumber daya Internet seperti domain dan IP akan bergeser dari institusi menjadi individual. Dari perkantoran dan sekolah, beralih ke rumah dan layanan mobile. Teknologi akan makin konvergen dan berjalan pada platform tunggal berbasis IP, sehingga akan timbul ketergantungan terhadap alamat IP. Keterbatasan ketersediaan alokasi IPv4 secara pasti akan menghambat laju pertumbuhan Internet yang artinya akan menurunkan daya saing bangsa Indonesia.

Keterbatasan sumberdaya IPv4 mengakibatkan timbulnya kompetisi antar negara untuk mendapatkan alokasi IP lebih banyak demi mencukupi kebutuhannya. Pemerintah Indonesia bersama komunitas Internet nasional akan memperjuangkan alokasi IP hingga sedikitnya sejumlah 32 juta alamat (setara 2 x /8) sebagai solusi jangka pendek sampai dengan tahun 2012 demi mengamankan kepentingan nasional dan stabilitas Internet. Untuk menghindari terjadinya krisis, Pemerintah Indonesia dan komunitas Internet nasional telah menyiapkan langkah antisipasi, antara lain :

 

  1. Mengupayakan perubahan kebijakan alokasi alamat IPv4 tingkat regional (APNIC) agar mempertimbangkan kebutuhan negara yang potensi pertumbuhan infrastruktur, konten dan pengguna Internetnya sangat besar seperti Indonesia. Jangan sampai negara yang lebih kecil skalanya bisa mendapat alokasi IPv4 lebih banyak seperti terjadi saat ini

  2. Mendorong percepatan penyerapan IPv4 di tingkat nasional antara lain melalui aplikasi jaringan baru dan peningkatan jaringan eksisting yang masih menggunakan NAT serta memberikan insentif untuk mengajukan aplikasi IPv4 dalam jumlah sangat besar (bulk)

  3. Perubahan road map transisi menuju IPv6 dan menyelenggarakan berbagai program untuk mendorong percepatan implementasi. Diharapkan menjelang tahun 2012 proses transisi ini akan mampu mengambil alih dan memindahkan jaringan IPv4 ke IPv6.

IPv6 adalah solusi satu-satunya krisis alokasi IPv4. IPv6 memiliki banyak kelebihan seperti kemanan, kemampuan konfigurasi dan routing otomatis serta jumlah pengalamatan yang mencapai 2^128, setara dengan setiap inci permukaan bumi. Jauh lebih banyak dari IPv4 yang hanya sejumlah 4 Milyar. Akan tetapi, riset, pengembangan dan implementasi IPv6 sejauh ini masih sangat terbatas dan jauh lebih lambat dibandingkan percepatan konsumsi IPv6. Belum ada satu pun negara yang merasa telah memiliki kemampuan dan keterampilan dalam mengelola IPv6. Koordinasi antar negara juga masih sangat rendah. Sehingga ada kekhawatiran IPv6 tidak akan siap menggantikan IPv4 pada saat puncak krisis tercapai. Bila semula krisis diproyeksikan terjadi pada tahun 2018 – 2025, ternyata laju percepatan pada saat ini diperkirakan akan mencapai puncaknya pada tahun 2012.

Implementasi IPv6 memang masih belum populer. Banyak hal menjadi kendala, seperti belum banyaknya translator jaringan IPv4 ke jaringan IPv6, kelambanan dan keengganan para Penyelenggara Jasa Internet (ISP) untuk memulai adopsi IPv6 ke dalam jaringannya karena perlu investasi baru yang tidak sedikit pada sistem inti dan pendukung. Hingga masalah belum tersedianya perangkat dan aplikasi yang secara native berjalan pada IPv6 serta pengguna akhir yang belum siap dengan perubahan tersebut. Akan tetapi, sebenarnya seluruh pemangku kepentingan Internet nasional sebenarnya telah menyadari bahwa kondisi krisis alamat IP ini cepat atau lambat pasti akan terjadi. Tinggal masalah membangun kesepakatan untuk melakukan upaya percepatan penanggulangan, salah satunya dengan transisi menuju ke IPv6 secara menyeluruh.

 

Pemerintah bersama pemangku kepentingan Internet nasional pada tahun 2006 berinisiatif membentuk Indonesia IPv6 Task Force (ID-IPv6TF), yaitu gugus tugas yang dibentuk untuk melakukan koordinasi dengan seluruh unsur terkait di dalam industri Internet Indonesia dan dalam perjalanannya selama ini telah menjalankan road map sbb.:

2006

Tahapan Sosialisasi, Riset dan Pengembangan Teknis IPv6

Sosialisasi :

•  Teknologi, standar dan policy global

•  Peningkatan pengetahuan IPv6 dan mendorong peran serta komunitas

•  Melakukan sosialisasi hasil pengembangan model implementasi dan regulasi

Pengembangan model implementasi :

•  Menyusun best practice implementasi

•  Membangun jaringan IPv6 terbatas

•  Dokumentasi model implementasi IPv6

Pengembangan policy nasional :

•  Identifikasi materi-materi policy nasional yang akan dimuat

•  Menyusun draft policy nasional

•  Menyusun regulasi

•  Konsultasi publik

Peran serta dalam komunitas global :

•  Pengembangan IPv6, standarisasi, policy, dan Internet governance

2007 Tahapan Pengembangan Infrastruktur dan Konten berbasis IPv6 Meningkatkan produk nasional berbasis Ipv6 berkoordinasi dengan riset perguruan tinggi.

Evaluasi skema implementasi dan distribusi IPv6 nasional.

Evaluasi proses transisi oleh Pemerintahan dan lembaga publik.

Evaluasi implementasi dan penggunaan infrastruktur IPv6 nasional.

Evaluasi keamanan jaringan IPv6.

2008 Tahapan Pengembangan Aplikasi dan Proses Transisi Menyelenggarakan pelatihan-pelatihan untuk membentuk trainer dan instruktur.

Desain jaringan dan upgrade aplikasi eksisting.

Percepatan proses transisi IPv4 ke IPv6.

Mengembangkan potensi aplikasi.

Menciptakan programer aplikasi IPv6.

Monitoring dan evaluasi implementasi transisi eksisting.

 

Sebagian besar target road map memang telah tercapai, akan tetapi sejumlah agenda tidak dapat tercapai akibat masih rendahnya tingkat pemahaman publik, termasuk dari kalangan para pemangku kepentingan sendiri. Akibatnya, tingkat partisipasi terhadap road map IPv6 juga sangat terbatas. Sehingga dipandang perlu untuk melakukan perubahan road map dan agenda transisi IPv6 menyesuaikan kondisi faktual saat ini.

 

Rancangan road map IPv6 versi revisi akan diawali pada tahun 2008 dan akan lebih banyak menekankan urgensi upaya migrasi dari IPv4 dan implementasi IPv6. Diharapkan dengan perubahan ini akan dapat meningkatkan perhatian dan sense of crisis dari para pemangku kepentingan. Road map akan terbagi dalam 3 pentahapan:

2008 Tahapan Persiapan

Inventarisasi Infrastruktur:

•  Konsolidasi IPv4 yang telah teralokasi (APJII, IX, IP historical) untuk memetakan total IP existing.

•  Identifikasi kebutuhan IP (e-gov, jardiknas, operator jaringan, dll.).

Training Need Analysis:

•  Menggalakkan program pelatihan IPv6 lintas sektoral.

•  Mencari peluang pelatihan spesifik IPv6 secara meluas (Indonesia brainware – Pakistan case).

Threat & Risk Assessment:

•  Insentif untuk penggunaan IP public (IPv4? IPv6?).

•  Implementasi Dual capable network di backbone infrastructure dan IX.

Procurement Policy Review:

•  Persyaratan kompatibilitas IPv6 di seluruh pengadaan perangkat infrastruktur (operator & pemerintah).

Building (comprehensive) IPv6 Awareness:

•  Dorongan penggunaan IP public di seluruh NAP, ISP.

•  Reminder kepada CIO operator, instansi pemerintah dan corporate user.

•  Reminder kepada KPDE/BPDE.

•  Stimulan untuk katalis aplikasi berbasis IPv6 (melalui mis. Sayembara).

•  Event IPv6 portability (awareness untuk vendor perangkat).

 

2009 2011 Tahapan Transisi

Inventarisasi Infrastruktur lanjutan.

Pertumbuhan aplikasi (konten) berbasis IPv6.

Joint IPv6 network (B to B).

 

2012 Tahapan Implementasi

Aplikasi (content) berbasis IPv6 meluas.

Jaringan IPv6 in-place.

Dual capable network still in-place.

 

Selanjutnya Taskforce IPv6 Nasional akan lebih meningkatkan koordinasi. Salah satunya dengan menyusun rincian kegiatan bersama masing-masing pemangku kepentingan terkait dan secara intensif melakukan pemantauan pelaksanaannya. Dengan demikian, akan dapat dipastikan terjadinya pencapaian road map sesuai yang diharapkan.

Kepala Bagian Umum dan Humas,

Gatot S. Dewa Broto

HP: 0811898504

Email: gatot_b@postel.go.id

Tel/Fax: 021.3860766


Dancing Logo

November 25, 2007

dancingkame.pngApabila anda berkunjung ke halaman www.kame.net menggunakan jaringan IPv6, maka anda akan melihat kura-kura yang sedang menari. Kame project menamakan gambar tersebut sebagai dancing kame. Kame sendiri merupakan bahasa jepang yang berarti kura-kura. (Apabila anda mengikuti Dragon Ball, tentu anda akan ingat Ka..me..ha..me..haaaaa)

Di indonesia sendiri, ITB dan Universitas Brawijaya memiliki dancing logo untuk menunjukkan bahwa anda mengakses dari jaringan IPv6.

brawijaya-ipv6.pngUntuk Universitas Brawijaya, Apabila anda mengakses http://ipv6.brawijaya.ac.id, maka anda akan mendapatkan animasi gunung meletus di sebelah kiri atas.  Situs tersebut juga memberitahu alamat IPv6 yang anda gunakan untuk mengakses situs tersebut.

itb-ipv6.png

ITB sebenarnya memiliki dancing elephant yang akan muncul apabila anda mengakses halaman http://weblog.ipv6.itb.ac.id/ menggunakan jaringan IPv6. Tapi berhubung ketika saya mengetik tulisan ini, akses ke situs tersebut menggunakan jaringan IPv6 gagal, terpaksa saya mengambil screenshot situs itb http://www.itb.ac.id yang menunjukkan bahwa anda mengakses situs itb melalui jaringan IPv6. Tampilan tersebut berada di bagian paling bawah dari halaman muka situs itb.  Nanti kalo situs weblog.ipv6.itb.ac.id sudah bisa diakses dari jaringan IPv6, akan saya tambahkan gambar dancing elephant yang dibuat oleh Anduz.

Terlihat sederhana memang. Sebuah logo yang hanya bisa dilihat dari jaringan IPv6. Apalagi logo-logo itu lucu-lucu.

Perlukah Indonesia memiliki Dancing Garuda ato dancing logo IPv6? 🙂

ps: Dancing Garuda rasanya mustahil. karena bisa-bisa nanti digebreg polisi hehehee.


British Telecom IPv6 > Commercial

November 3, 2007

Hiks Hiks..

Ada dua ISP indonesia yang connect ke sini.
No more Free BGP6 Tunnel, secara sih sudah lama juga BT provide service ini.
Disana dah commercial, disini kadang2 anfal …
Lebih lengkapnya Don King BT inform dibawah…
Wassalam
a. rahman isnaini r. sutan

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Dear All,

After many years of providing an experimental IPv6 service, BT has decided to end the UK6x and will begin to deploy
and develop IPv6 capabilities via its commercial platforms. We will therefore gradually wind down the services offered on

the UK6x platform between now and the end of 2007.

In parallel BT is deploying a new IPv6 trial service on its commercial Global Internet Access platform – AS5400 – and
we plan to migrate many of the UK6x peers onto the new AS5400 IPv6 trial platform.

The tunnel broker service will cease operation in line with the UK6x wind down; however no equivalent service will be
offered at this time by BT.

We would like to arrange the migration of your current UK6x connection to a peering on the AS5400 IPv6 trial. If you are

happy to proceed with this arrangement please let us know as soon a possible and we will begin individual configurations

as soon as the new platform is ready.

Finally we would like to thank you for being a part of the UK6x experiment and its success in promoting IPv6 migration
in the UK and beyond.

Regards,

John King

John King
BT Design
IPv6 Consultant

Email john.r.king@bt.com


Rest in Peace: Itojun

November 3, 2007

Forwarded message from Jun Murai

From: Jun Murai
Date: Oct 31, 2007 5:14 PM
Subject: itojun

Dear Friends,
I am regretful to pass along the sad news that Itojun (Dr. Junichiro
Hagino) passed away on October 29, 2007. He was 37 years old. The WIDE
community would like to send our condolences to his family and friends.

Itojun has been an important member of the WIDE community, making
numerous worldwide contributions in the field of network computing,
especially on IPv6 and the Internet protocol area. He has had an
important influence on each of our experiences in the WIDE project,
IETF, and on the Internet community. We will miss him terribly.

The family is planning a memorial service at Rinkai Saijo (Tokyo, Japan
http://www.rinkaisaijo.or.jp/info/index.html) on November 6th from
6:00pm, and a funeral service the following day on November 7th from
11:00am. We have received warm requests from many wishing if they can
be of any help. We are presently coordinating efforts with Itojun’s
family to see how we may be of assistance during this difficult time. On
behalf of the Internet community we will be arranging for flowers to be
sent, but as many of Itojun’s close colleagues may be overseas, we
understand it may be difficult to attend or arrange for flowers from
abroad. As an alternative suggestion we would like to accept warm
messages to the family and/or memorable events with Itojun that you may
want to share. We will deliver these messages to Itojun at the memorial
and funeral service. Please send these messages to
message_for_itojun@wide.ad.jp.

Our deepest sympathies are with Itojun’s family for this loss. As a
community, I hope we can come together and support one another in fondly
remembering Itojun.

Jun Murai
On behalf of WIDE Project


Status IPv6 – Mid 2007

September 9, 2007

1. POSTEL pada Okt 2006 (CMIIW) telah membentuk Taskforce IPv6 Nasional.

2. APJII telah melakukan implementasi IPv6 di IIX dan juga telah bekerjasama dengan Global IPv6 Forum

3. Apa yang dilakukan Indonesia IPv6 Forum yang dibentuk pada Mar 2004 (menjelang NiCE2004 saat itu), bahka sudah mendapatkan dukungan dari Global IPv6 Forum dan juga dari universitas seperti ITB, UNIBRAW, ITS serta sejumlah Operator besar seperti APJII, IM2, Indosat, CBN, TELKOM, dan lain-lain, rasanya mereka sudah menghasilkan karya implementasi di IPv6.

Yang sudah men-declare IPv6 Ready/Implemented  (mohon dikoreksi oleh para operator ybs):
– Indosat/IM2, IPv6 implemented
– CBN, IPv6 implemented
– NTT Indonesia, IPv6 implemented
– PESAT.NET/PSN, IPv6 implemented
– APJII-IIX, IPv6 Ready
– OpenIXP, IPv6 Ready
– Detik.Net, IPv6 implemented